Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron.· Pada komunikasi data serial "sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data Serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver).Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asynchronous Receiver/Transmitter). IC UART dibuat khusus untuk mengubah data paralel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian diubah kembali menjadi data paralel. mandiri, Pada UART, kecepatan pengiriman data (baud rate) dan fase clock pada sisi transmitter dan pada sisi receiver harus sinkron. Untuk itu diperlukan sinkronisasi antara transmitter dan receiver. Hal ini dilakukan oleh bit ' Start' dan bit ' Stop ' .Ketika saluran transmisi dalam keadaan idle, output UART adalah dalam keadaan logika '1 ' . Ketika transmitter ingin mengirimkan data, output UART akan diset lebih dulu ke logika '0' untuk waktu satu bit. Sinyal ini pada receiver akan dikenali sebagai sinyal'Start' yang digunakan untuk mensinkronkan fase clocknya sehingga sinkron dengan fase clock transmitter. Selanjutnya, data akan dikirimkan secara serial dari bit paling rendah (b it 0) sampai bit tertinggi. Selanjutnya, akan dikirim sinyal 'Stop' sebagai akhir dari pengiriman data serial. Cara pemberian kode data yang disalurkan tidak ditetapkan secara pasti. Berikut ini adalah contoh pengiriman huruf 'A' dalam format ASCII (41 heksa 11000001 biner) tanpa bit parity.
Gambar Pengiriman Huruf A tanpa Parity
Kecepatan
transmisi (baud rate) dapat dipilih bebas dalam rentang tertentu. Baud
rate yang umum dipakai adalah 110, 135, 150, 300, 600, 1200, 2400, dan 9600 (bit/detik)
. Dalam komunikasi data serial, baud rate dari kedua alat yang berhubungan
harus diatur pada kecepatan yang sama. Selanjutnya, harus ditentukan panjang data
(6,7 atau 8 bit), parity (genap ganjil atau tanpa parity), dan jumlah bit ' Stop'
( I, I Y2 , atau 2 bit).
2.
Karakteristik Sinyal Port Serial
Standar
sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan adalah Standar RS232 yang
dikembangkan. oleh Electronic Industry Association and the Telecommunications
Industry Association (EIA/TIA) yang pertarna kali dipublikasikan pada tahun
1962. Ini terjadi jauh sebelum IC TTL populer sehingga sinyal ini tidak ada
hubungan sama sekali dengan level tegangan IC TTL Standar ini hanya menyangkut komunikasi
data antara komputer (Data Terminal Equipment - DTE) dengan alat-alat pelengkap
komputer (Data Circuit-Terminating Equipment - DCE) . Standar RS232 inilah yang
biasa digunakan pada port serial IBM PC kompatibel. Standar sinyal serial RS232
memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut:
1.
Logika 'I ' disebut 'mark' terletak antara -3 Volt hingga 25 Volt.
2.
Logika ' 0' disebut ' space' terletak antara +3 Volt hingga +25 Volt.
3.
Daerah "tegangan antara - 3 Volt hingga +3 Volt adalah invalid level, yaitu
daerah tegangan yang tidak. Memiliki level logika pasti sehingga harus dihindari.
Demikian juga. level tegangan lebih negatif dari - 75 Volt atau lebih positif dari
+25 VoIt juga harus dihindari karena tegangan tersebut dapat merusak line driver
pada saluran RS232.Gambar berikut ini adalah contoh level tegangan RS232 pada
pengiriman huruf 'A' dalam format ASCII tanpa bit parity.
Gambar Level tegangan RS232 pada pengiriman huruf
'A . tanpa bit parity
3.
Flow Contro
Jika
kecepatan transfer data dari DTE ke DCE (missal komputer ke modem) lebih cepat
dari pada transfer data dari DCE ke DCE (misal modem ke modem), cepat atau
lambat kehilangan data akan terjadi karena buffer pada DCE akan mengalami 'overflow.
Untuk itu diperlukan flow control untuk mengatasi masalah tersebut
Dikenal
dua macam flow control, yaitu secara software dan secara hardware. Flow control
secara software 'atau sering disebut Xon/Xoff Flow Control menggunakan karakter
Xon (tipikalnya karakter ASCII 17) dan karakter Xoff (tipikalnya karakter ASCII
19) untuk melakukan kontrol. DTE akan mengirimkan Xoff ke komputer untuk
memberitahukan computer agar menghentikan pengiriman data jika buffer pada DCE
telah penuh. Jika buffer telah kembali siap menerima data, DCE akan mengirimkan
karakter Xon ke kornputer dan computer akan mengirimkan data.selanjutnya sampai
data terkirim semua atau komputer menerima karakter Xoff lagi. Keuntungan flow
control secara software ini adalah hanya diperlukan kabel sedikit karena
karakter kontrol dikirirnkan lewat saluran
TX/RX.
Akan tetapi, kecepatan pengiriman data menjadi lambat. '
Flow
control secara hardware atau sering disebut RTS/CTS Flow Control menggunakan
dua kabel untuk melakukan pengontrolan, Komputer akan menset saluran Request to
Send jika akan mengirimkan data ke DTE. Jika buffer di DCE siap menerima data,
maka DTE akan membalas dengan menset saluran Clear to Send dan komputer akan
mulai mengirimkan data. Jika buffer telah penuh, maka saluran akan direset dan
komputer akanmenghentikan pen giriman data sampai saluran ini diset kembali.
4.
Konfigurasi Port Serial
Gambar
dibwah ini adalah gambar konektor port serial DB-9 pada bagian belakang cpu. Biasanya
dapat menemukan dua konektor port serial DB-9 yang biasa dinamai COMl dan COM2.
Tabel Konfigurasi pin dan
nama sinyal konektor serial DB-9
Nomor Pin
|
Nama Sinyal
|
Fungsi
|
Keterangan
|
1
|
DCD
|
In
|
Data
Carrier Detect I
Received
Line Signal Detect
|
2
|
RxD
|
In
|
Receive
Data
|
3
|
TxD
|
Out
|
Transmit
Data
|
4
|
DTR
|
Out
|
Data
Terminal Ready
|
5
|
GND
|
-
|
Ground
|
6
|
DSR
|
In
|
Data
Set Ready
|
7
|
RST
|
Out
|
Request
to Send
|
8
|
CTS
|
In
|
Clear
to Send
|
9
|
R1
|
In
|
Ring
Indicator
|
Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB9 adalah sebagai berikut:
• Received Line Signal Detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal masukan ada data masuk
• Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE.
• Transmit Data, digunakan DTE mengirirnkan data ke DC
• Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan
kesiapan terminalnya.
• Signal Ground, saluran ground.
• Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahu ke DTE
bahwa sebuah stasiun menghendaki hubungan dengannya.
•
Clear To Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa
DTE boleh rnulai mengirim data.
• Reques To Send, dengan saluran ini DCE diminta
rnengirim data oleh DTE.
• DCE Ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan
bahwa DCE sudah siap.
Untuk
dapat rnenggunakan port serial kita perlu mengetahui alamatnya, Biasanya
tersedia dua port serial pada CPU, yaitu COM1 dan COM2. Base address COM1
biasanya adaiah (3F8h) dan COM2 biasanya (2F8h). Alamat tersebut adalah a1amat
yang biasa digunakan, tergantung dari kornputer yang digunakan.
Sete1ah
kita mengetahui base addressnya , maka kita dapat menentukan alamat register-register
yang digunakan untuk ,komunikasi port serial ini.
5 Alasan Penggunaan Port Serial
Dibandingkan
dengan menggunakan port paralel, penggunaan port serial terkesan lebih rumit.
Berikut ini keuntungan-keuntungan penggunaan port serial dibandingkan
penggunaan port paralel:
1.
Pada kornunikasi dengan kabel yang panjang, masalah kable loss tidak akan
menjadi masalah besar daripada menggunakan kabel paralel. Port serial
mentransmisikan level tegangan -3 Volt sampai -25 Volt dan '0' pada level
tegangan +3 Volt sampai +25 Volt, sedangkan port paralel mentransmisikan '0'
pada level tegangan 0 Volt dan ‘1’ pada level tegangan 5 Volt.
2.
Dibutuhkan jumlah kabel yang lebih sedikit, bisa hanya menggunakan tiga kabel,
yaitu saluran Transmit Data, saluran Receive Data, dan saluran Gound
(konfigurasi Null Modern).
3.
Saat ini penggunaan mikrokontroler semakin populer. Kebanyakan mikrokontroler
sudah dilengkapi dengan SCI (Serial Communication Interface) yang dapat
digunakan untuk komunikasi dengan port serial komputer.






0 komentar:
Posting Komentar